"SBY Tidak Akan Bertindak Duluan, Dia Tunggu Menteri PKS"

POLHUKAM

Kamis, 27 Juni 2013 08:28 wib

Awaludin - Okezone

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melarang para menterinya bepergian ke luar negeri. Isu yang beredar, larangan tersebut lantaran akan adanya reshuffle di Kabinet Bersatu Jilid II. 

Pengamat politik, Fadjroel Rahman, menilai, peryataan orang nomor satu di Indonesia itu selalu berbeda dengan kenyataannya.

"Tapi yang sekarang ini tidak terlalu jelas. Apakah ini akan menuju kepada tiga menteri Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tidak ada tanda-tanda juga tampaknya. SBY tidak mau mengambil risiko untuk dijadikan sebagai orang yang menzalimi PKS, makanya dia kayaknya tarik ulur aja," ujar Fajroel kepada Okezone, Kamis (27/6/2013).

Menurutnya, SBY akan menunggu menteri dari PKS yang akan mengundurkan diri.

"Saya tidak bisa mengaitkan larangan itu dengan reshuffle. Tapi kalau lihat kenyataannya SBY tidak akan bertindak duluan, dia menunggu menteri PKS. Kalau menteri yang lain kayaknya enggak ada yang diganti, PKS aja nampaknya yang jadi masalahnya," tuturnya.

Kata Fadjroel, SBY akan diserang habis-habisan oleh PKS jika mengeluarkan partai berlambang padi dan bulan sabit dari kabinet.

"Kalau dia (SBY) mengeluarkan PKS, dia akan diserang. PKS mengatakan mereka di zalimi. Problem-nya di politik Indonesia gampang sekali bersikap melow dramatis, mudah sekali tergoda. Kalau dibiarkan lama-lama orang akan menilai bahwa SBY tidak mampu mengendalikan kabinetnya dan tak mampu mengendalikan PKS," pungkasnya.  
(tbn)


source : http://news.okezone.com/read/2013/06/27/339/828242/sby-tidak-akan-bertindak-duluan-dia-tunggu-menteri-pks
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►